Arsip Blog

Kamis, 19 Mei 2016

Guren Ichinose: Catastrophe at Sixteen vol.1 Prolog (Indonesian Translation)


Prolog - Tentang Musim Semi di Dunia ini

Saat aku masih kecil, aku memikirkan banyak mimpi yang ingin kucapai
Menjadi orang yang kusuka, mendapatkan apa yang aku inginkan, dan hidup dengan bahagia.
Kupikir itu adalah hal yang sederhana.
Kupikir itu adalah hah yang sangat sederhana.

"Hei Guren"
".........."
"Hei Ichinose Guren"
"Hm?"
"Tentang kita.....kau tau....."
".........."
"Saat kita tumbuh dewasa.....emm, akankah kita menikah?"
".........."
"Akankah kita tetap bersama untuk selamanya seperti sekarang?"

Dibawah langit tak berawan.
Ucap seorang gadis yang menggenggam tanganku tepat disampingku.
Dia sangat dekat sehingga aku dapat mendengar nafasnya. Aku menyukai suara itu. Aku menyukai suaranya. Aku menyukai denyut nadinya. Aku menyukai segala tentangnya.
Tapi aku menjawab tanpa memandangnya.

"Tidak mungkin"
"Kenapa?"
Suaranya sedikit bergetar.
Dan aku menjawab.
"Kau tau kan?"
"Apa karena.....keluargaku?
".....Aku berasal dari keluarga cabang. Dan kau adalah penerus dari kepala keluarga utama. Kita memiliki kecocokan yang buruk satu sama lain"
"Tapi, tapi itu bukan berarti....."
"Itulah kenyataannya"
Aku memotong perkataannya.
Dan dia tetap diam. Tidak, dia mungkin sedang menangis. Sejak dia mengetahuinya dengan jelas. Sejak dia mengetahui kebenaran dengan jelas. Nafasnya menjadi sedikit terengah-engah, dia menggenggam tanganku semakin, semakin kuat.

Diwaktu yang sama, ada suara yang memanggil dari kejauhan.
"Ah! itu dia! Mahiru-sama!"
"Ichinose sialan, kau lagi. Kau membawa Mahiru-sama keluar?!"
"Untuk seseorang dari keluarga rendahan sepertimu, beranni beraninya kau melakukan hal ini!"
Aku menatapnya
Aku berbicara kepada gadis yang ada disampingku
"Pengawalmu ada disini"
Dia semakin menangis, saat menggenggam tanganku semakin kuat.
"Aku.....tidak ingin dipisahkan dengan Guren"
".........."
"Aku...aku..."

Bagaimanapun, pada saat itu aku tidak dapat mendengar suara gadis itu lagi. Bukan karna dia berhenti menangis.
Tapi aku dihajar.
Seseorang datang dan menghajarku.
"Hentikaaan!"
Gadis itu berteriak, tapi orang yang menghajarku tidak menghiraukannya.
"Sadarilah posisimu kurang ajar!"
"Bunuh saja dia! dia hanyalah dari keluarga Ichinose rendahan yang tidak dibutuhkan!"
"Bunuh! Bunuh!"
Ucap orang orang yang kemudian ikut menghajarku
Aku melihat ke arah gadis yang menangis teringah-ingah saat aku mulai dihajar
Gadis itu bernama Mahiru
Bagiku yang merupakan orang rendahan ini, dia adalah sosok matahari.
"Berhenti! Kumohon berhenti!"
Pada saat itu, aku kehilangan kesadaran dengan cepat.
Pedang yang tercium bau darah.
Langit jernih yang tak berujung.
Perasaan yang nyaman dari padang rumput.
Saat aku mulai terjatuh diantaranya, aku berpikir.
Tentang waktu disaat aku masih kecil, saat aku memikirkan banyak mimpi yang akan kucapai, tapi belum tercapai.
Menjadi seseorang yang kusuka, mendapatkan apapun yang kuinginkan, dan hidup dengan bahagia.
Hal itu terlihat sangat sederhana, tetapi tidak.
Hal itu benar benar terlihat sangat sederhana, tetapi tidak.
".....kekuatan"
Aku bergumam saat aku terjatuh ke tanah.
Aku mengepalkan tinjuku dengan kuat.
".....Aku tidak punya kekuatan yang cukup.....untuk mendapatkan hal yang kuinginkan"
Aku melihat keatas.
Gadis itu telah dibawa pergi
Dia (Mahiru) melihatku dengan air mata yang menetes di matanya.
Dan dia menghilang, meminta maaf kepadaku, lagi dan lagi.
Maaf.
Ini semua salahku. Maaf.
Dia tidak bersalah.
Yang bersalah adalah aku yang merupakan manusia rendahan, lemah.
".........."

Aku melihat kearahnya dan mengulurkan tanganku.
Menuju ruang yang kosong.
Menuju matahari
Menuju Mahiru.
Sementara aku berfikir tentang, 'apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan segalanya, segalanya yang kuinginkan',Aku.....


.....


10 tahun berlalu




Tidak ada komentar: